Brasil Tersingkir Gara-Gara Wasit, Dunga pun Murka

Brasil Tersingkir Gara-Gara Wasit, Dunga pun Murka

Brasil Tersingkir Gara-Gara Wasit, Dunga pun Murka

Agen Bola Online ,Foxborough – Brasil tersingkir dari Copa America Centenario lantaran gol kontroversial Peru. Pelatih Selecao Carlos Dunga juga di buat murka oleh ketentuan wasit itu.

Pada pertandingan ketiga Group B Copa America Centenario yang dihelat di Gillette Stadium, Senin (13/6/2016) pagi WIB, Brasil sesungguhnya cuma perlu hasil imbang lawan Peru untuk meyakinkan maju ke perempatfinal.

Brasil sendiri miliki kesempatan besar untuk menang sesudah mereka menguasai kompetisi serta bikin banyak kesempatan yaitu 14 attempts dengan lima on goal. Sesaat, Peru cuma bikin 4 attempts dengan dua on goal.

Tetapi, di bekas 15 menit kompetisi, malapetaka datang untuk Brasil saat Andy Polo Polo menyisir di segi kanan sebelumnya melepas umpan silang ke depan gawang. Raul Ruidiaz menceploskannya kedalam gawang.

Memprotes keras dilancarkan Brasil lantaran menilainya Ruidiaz cetak gol memakai tangan. Wasit pernah hentikan kompetisi sesaat untuk mengambil keputusan sah atau tidaknya gol itu sebelumnya pada akhirnya Peru memperoleh gol kemenangannya itu.

Sampai pertandingan selesai score 0-1 tetaplah bertahan untuk kemenangan Peru serta Brasil pada akhirnya angkat koper lebih cepat dari turnamen ini. Untuk Brasil ini yaitu catatan terburuk mereka sepanjang ikuti Copa America dengan format baru mulai sejak 1993.

Lumrah saja bila hasil ini demikian mengecewakan kubu Brasil terlebih Dunga yang di buat berang dengan ketentuan wasit Andreas Cunha yang mengesahkan gol Peru, walau didahului handball.

Baca Juga : Setelah Eric Bailly, Mourinho Inginkan Jasa Gelandang Italia

” Kebanyakan orang lihat apa yang berlangsung. Kami tak dapat mengubahnya, ” tutur Dunga seperti diambil Soccerway.

” Saya tak memahami mengapa wasit serta asisten mengulas itu sepanjang empat menit lantas tak merampungkan apa pun, ” sambungnya.

” Brasil tersingkir tanpa ada bermain sekalipun, ” tutupnya.