Artem Dzyuba, Mimpi Buruk untuk Defender Lawan

http://demonspin.com/wp-content/uploads/2018/07/skynews-rio-ferdinand-footballer_4299616.jpg

BOLA ONLINE – Striker Rusia Artem Dzyuba dipandang oleh Rio Ferdinand sebagai sosok penyerang yang menjadi mimpi buruk bagi semua defender yang dihadapinya.

Pelatih tim nasional Rusia Stanislav Cherchesov hanya membawa dua penyerang di Piala Dunia 2018 ini. Yang pertama adalah Fyodor Smolov dan yang kedua adalah Dzyuba.

Cherchesov memainkan Smolov sebagai starter di pertandingan lawan Arab Saudi. Dzyuba kemudian dimasukkan sebagai pemain pengganti pada menit 70.

Di laga kedua melawan Mesir Dzyuba akhirnya dimainkan sebagai starter. Pemain berusia 29 tahun ini kembali tampil sebagai starter saat berduel lawan Uruguay. Sayangnya jika di dua laga sebelumnya Rusia bisa menang, di laga ini mereka tunduk 3-0.

Penampilan Dzyuba akhirnya menarik perhatian Ferdinand. Sebagai sosok yang dahulu bermain sebagai bek handal, ia merasa begitu terintimidasi oleh postur tubuh penyerang Zenit Saint Petersburg itu.

Dzyuba memang jangkung. Tinggi tubuhnya mencapai 1.94 meter. Menurutnya dengan postur seperti itu, Dzyuba sangat merepotkan untuk dijaga.

“Ia tidak menjadi starter di awal turnamen ini tetapi ia datang dan membuat kehadirannya langsung terasa,” ucapnya pada berita bola online.

“Enam kaki lima inci; seorang pria yang tinggi menjulang. Benar-benar gila, kecanggungan,” seru eks bek Manchester United ini.
BACA JUGA : Inggris Memalukan Jika Gagal Tembus Semi Final Piala Dunia 2018
“Saya tidak pernah suka bermain melawan pemain seperti ini dengan lengan dan kaki di mana-mana,” sambung Ferdinand.

Ferdinand menambahkan postur tubuh yang menjulang tinggi itu bisa menjadi keuntungan jika digunakan dengan tepat. Dikatakannya, Dzyuba bisa menahan bola atau berfungsi sebagai pemantul.

” Permainannya tidak [selalu] terlihat cantik tetapi jika Anda bisa memberikan bola bagus kepada dirinya dan pemain berlari sedikit di belakangnya, ia akan menemukan pemain itu dan sebagai awal itu bagus untuk tim, sebagai pijakan untuk semua serangan mereka,” terangnya.

“Tidak peduli seberapa bagusnya bek Anda, jika itu adalah bola yang bagus ke dalam kotak penalti dan Anda memiliki gerakan yang layak seperti yang ia dapatkan, ia akan mendapatkan peluang,” tandasnya.