Maradona: Kolombia Korban Pencurian Luar Biasa

http://demonspin.com/wp-content/uploads/2018/07/skysports-diego-maradona-football_4353182.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Legenda Argentina Diego Maradona mengklaim Kolombiamenjadi korban dari pencurian luar biasa di pertandingan lawan Inggris.

Kolombia bertarung melawan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Duel yang dilangsungkan di Spartak Stadium itu berlangsung dengan dramatis.

Inggris sempat unggul lebih dahulu melalui penalti Harry Kane pada menit 57. Namun Kolombia bisa menyamakan skor pada menit 93 melalui tandukan Yerry Mina.

Laga di waktu normal berakhir dengan skor 1-1. Pada akhirnya kedua tim harus menjalani duel adu penalti.

Di sini, Inggris bisa meraih kemenangan. Jordan Henderson cs berhasil unggul dengan skor 3-4.

Hasil itu jelas tak diterima dengan baik oleh penggawa Kolombia. Maradona juga mengatakan hal yang serupa.
BACA JUGA : Terinspirasi Zidane, Mesut Ozil Pakai Nomor 10 di Arsenal
Ia lantas mempertanyakan keputusan eks wasit FIFA Pierluigi Collina yang menunjuk wasit Mark Geiger untuk memimpin laga itu.

“Saya melihat pencurian monumental di lapangan. Saya meminta maaf kepada semua orang Kolombia, tetapi para pemain tidak bisa disalahkan atas hal ini,” ujarnya pada Telesur.

“Ini adalah seorang pria [Collina] yang meurpakan orang yang memutuskan untuk memilih seorang wasit dengan hanya meng-googling dirinya. Ia tidak boleh dimasukkan dalam pertandingan sebesar ini,” kecamnya.

Maradona juga mengecam keputusan Geiger untuk memberikan penalti pada Inggris. Hukuman itu sendiri diberikan karena Carlos Sanchez menjatuhkan Harry Kane di kotak terlarang saat akan menerima umpan sepak pojok.

“Penaltinya. Hukuman itu bukan penalti,” serunya.

“Itu salah Kane. Aturannya memungkinkan bantuan VAR, ya atau tidak? Mengapa ia tidak meminta VAR? Tidak mungkin, ini harus dikecam,” tegasnya.