Rivaldo: Lawan Brasil, Argentina Harusnya Dapat Dua Penalti

http://demonspin.com/wp-content/uploads/2019/07/exjugador-del-barcelona-rivaldo-posa-para-sport-1555667259893.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Legenda sepak bola Brasil, Rivaldo rupanya turut berempati atas tersingkirnya Argentina dari pentas Copa America 2019 usai dikalahkan Selecao di babak semifinal.

Argentina yang tampil pas-pasan sepanjang turnamen memang menjadi underdog ketika bertemu Brasil. Hal ini wajar karena Brasil juga berstatus sebaagai tuan rumah.

Argentina sebenarnya sanggup memberikan perlawanan berarti terhadap Brasil. Sayang serangan yang dilakukan Lionel Messi cs masih tak mampu membuat gawang Brasil bergetar.

Seusai laga, Messi pun mengeluhkan kepemimpinan wasit dab menyebut seharusnya sang pengadil meminta bantuan VAR terhadap beberapa kejadian kontroversial. Rivaldo pun menyebut protes Messi tak salah.

“Tentu Argentina memiliki alasan untuk mengajukan komplain. Sekarang Brasil memiliki tim yang lebih baik, tapi ada dua penalti yang seharusnya bisa mereka [Argentina] dapat dan VAR tak ikut campur tangan,” ujar Rivaldo kepada Betfair.

BACA JUGA : Gianluigi Buffon Resmi Kembali ke Pelukan Juventus

“Saya sudah katakan sejak lama bahwa saya tak sepakat dengan VAR. Sepak bola menjadi terluka karena terlalu sering dihentikan dan hal itu hanya menguntungkan wasit, yang sekarang bisa memberikan tanggung jawab padanya,” imbuh Rivaldo.

“Jika di Eropa VAR menyebabkan kekacauan maka normal jika masalah tersebut makin banyak di Amerika Selatan,” tukasnya.

Federasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, membenarkan bahwa sistem VAR di laga Brasil versus Argentina mengalami gangguan. Namun itu tidak berhubungan dengan keluhan Argentina karena gangguan itu sudah teratasi sebelum pertandingan dimulai.

Permasalahan yang terjadi kepada VAR disebabkan oleh kedatangan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Seperti yang diketahui, ia hadir di stadion Mineirao untuk memberikan dukungan kepada Philippe Coutinho dkk.

Bolsonaro tiba di stadion dengan tim keamanan yang menggunakan radio komunikasi khusus. Ternyata, frekuensi yang ditimbulkan oleh alat komunikasi khusus tersebut berdampak buruk kepada perangkat wasit.