Usai Gabung Inter, Sanchez Sindir MU?

http://demonspin.com/wp-content/uploads/2019/09/akurat_20190830015110_93P95a.jpg

BERITA BOLA ONLINE –  Alexis Sanchez mengaku ia gabung Inter Milan untuk memenangkan banyak trofi juara dan hal itu hanya bisa dilakukan jika ada situasi yang kondusif di dalam tim.

Sanchez pindah ke Inter Milan pada 30 Agustus 2019 kemarin dari Manchester United. Ia gabung Nerrazurri dengan status pinjaman selama satu musim penuh.

Pemain asal Chile itu sebelumnya mengaku ia ingin pindah karena tak mau terus berada di bangku cadangan. Ia ingin bermain dengan lebih sering demi menyelamatkan karirnya.

Musim 2018-19 kemarin, jatah main Sanchez memang berkurang drastis. Total ia hanya bermain sebanyak 27 kali di semua ajang kompetisi. Itu pun ia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.

Namun hal tersebut tak lepas dari cedera-cedera yang dialaminya. Musim lalu Sanchez sempat mengalami cedera hamstring, lutut, paha, serta engkel.

BACA JUGA : Kisah Unik Guendouzi, Dipanggil Masuk Timnas Prancis Saat Lagi Asyik Tidur Siang

Setelah pindah ke Inter, Sanchez mengaku sangat senang. Sebab skuat tersebut dipenuhi pemain berkualitas.

“Saya masih memiliki keinginan yang sama untuk menang dan mencintai permainan ini. Saya cinta olahraga ini dan saya ingin bahagia,” katanya kepada berita bola online.

“Saya senang berada di sini dan ada banyak pemain bagus di sini. Ini pasukan yang bagus dan saya juga kenal Lukaku dari United,” seru Sanchez.

Sanchez juga mengaku ia berharap bisa meraih banyak trofi juara di Inter. Ia kemudian menyebut bahwa hal tersebut bisa diraih apabila ada situasi yang kondusif dalam tim tersebut.

“Saya ingin bermain dengan baik dan ingin memenangkan trofi di sini. Kami harus berjuang untuk mendapatkan trofi juara,” tegasnya.

“Kuncinya adalah semangat tim karena itu membuat perbedaan. Jika kita semua bersatu maka kita bisa memenangkan banyak trofi,” cetus Sanchez.

Saat masih di Manchester Unitd, Alexis Sanchez sering mendengar kabar kurang sedap soal timnya. Mulai dari pertikaian antara manajer terdahulu yakni Jose Mourinho dengan pemain dan manajemen klub, hingga gosip adanya pemain yang enggan memperkuat MU lagi dan ingin segera pindah ke klub lain. Alhasil prestasi United pun menurun.