Jangan Terbang Terlalu Tinggi MU, Nanti Jatuhnya Sakit!

http://demonspin.com/wp-content/uploads/2019/12/selebrasi-mu-3_b8a30b3.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manchester United tengah melayang di ketinggian. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer memetik dua kemenangan beruntun yang tidak terduga. Mereka baru mengalahkan Tottenham dan Manchester City, masing-masing dengan skor 2-1.

15 tahun yang lalu, hasil positif itu jelas lumrah. MU dahulu sangat kuat, Spurs dan Man City jelas berada di bawah level tim asuhan Sir Alex Ferguson pada masanya.

Namun, saat ini situasinya sudah berbeda jauh. Level MU merosot beberapa tahun terakhir. Musim ini pun demikian, Setan Merah dianggap tidak pantas bersaing di papan atas. Sebab itu, dua kemenangan itu terbilang mengejutkan.

Mengutip berita bola online, kabarnya suasana skuad MU sekarang sangat baik, tidak pernah sebaik ini. Mereka begitu gembira usai mengalahkan Spurs dan sang juara bertahan.

Saat ini pemain-pemain MU benar-benar gembira, mereka puas dengan pendekatan sepak bola menyerang ala Solskjaer. Gaya bermain itulah yang membuat Spurs dan Man City tak berkutik.

BACA JUGA : Permainan Arsenal Meragukan dan Tanpa Identitas, Bagaimana Sikap Unai Emery?

Pemain-pemain MU benar-benar mendukung Solskjaer. Tidak hanya itu, pimpinan klub pun mengaku puas dengan kerja keras Solskjaer yang jauh lebih baik dari era Jose Mourinho atau Louis van Gaal.

Meski di atas kertas torehan poin MU musim ini tidak sebaik musim lalu, tapi skuad mereka begitu harmonis. Tidak ada konflik internal yang dahulu sering jadi masalah di bawah Mourinho.

Perubahan suasana ini sudah dimulai sejak pramusim lalu. Para pemain tidak pernah meragukan kualitas Solskjaer, bahkan di tengah berita-berita negatif yang tersebar di media.

“Jika Anda benar-benar mengamati hasil pertandingan kami, saya tidak akan bersikap negatif seperti Anda. Saya tidak terlalu cemas, tidak khawatir,” tutur Solskjaer.

Dua kemenangan beruntun atas dua tim kuat ini menjadi puncaknya. Skuad MU melambung tinggi, mereka begitu puas dan percaya diri

Biar begitu, Solskjaer harusnya sadar bahwa MU yang sekarang masih sama dengan MU satu atau dua bulan lalu. Yang berbeda hanya mental tim, masalah mereka masih sama.

Inkonsistensi masih jadi musuh besar MU. Kedalaman skuad jadi masalah. Badai cedera bakal membuat MU terkapar lagi. Solskjaer tidak bisa terus mengandalkan pemain yang sama tanpa melakukan rotasi.

MU boleh bergembira, Solskjaer boleh tertawa lepas. Namun, dia harus memahami bahwa skuadnya belum cukup kuat untuk mengarungi musim panjang dalam level yang sama.

Premier League musim ini belum juga separuh jalan, MU masih ada di luar empat besar, target yang sesungguhnya.